Minggu, 06 Februari 2011
But all laughed when the smile is a poet without a name beside the star
Setengah rintihan hujan telah berlalu tuk menari cerita baru.Menunggu kebahagiaan ayat-ayat keabadian.seorang bidadari mungil walau tanpa status pendita ratu atau pun debu tanpa turun dari surga.Semua:"Tentang zahir di keranda cinta yg tak memandang mata namun mengukur dari perbedaan yang nyata".Hakikatnya adalah tanpa hayalan dari semua kebusukan bising-bising kumbang kelana tanpa suara dan berharap bidadari tersentuh oleh busur panah "AMOR".Sesampan sembilu tanpa mengucap kesetiaan hujan yg layu dan bermurung sedih di semua kenangan yg tak takut hari esok atau cinta hari ini.Cantik rembulan Perambanan bila beradu senyum dengan bintang Parang Tritis.Keindahan cinta mati dari harga diri Chleopatra yang bersenandung untuk Piramid berserakan namun hanya hayalan di sesekali peradapan Babilonia bercerita tentang seribu satu malam ratapan Taj Mahal berpeluk Baghdad empire of victory. Karena,:"PEMUJA DARI BUNDERAN TIPES TAK PERNAH BUNTU UNTUK BERDAMPINGAN"!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar