Rabu, 02 Februari 2011

23 januari merelakan semua!

Secarik penantian telah mengecewakan kasih sayang untuk kedua kalinya.Untuk yang selalu mencintai tak terpandang dalam istana dan takkan pula bertitle mobil mewah,kemana hendak hayat ini memetik bintang?Pesona dalam lembayung begitu indah bila :"setiap kenangan terbungkus permadani yang menawarkan setetes peluh dari setiap kasih bidadari".Seakan-akan tangis dan tawa melirik penuh iri,namun kenyataan menemukan berbeda.Keindahan bagai sakit bila melihat senyum kecantikan,merona senja,syahdunya malam-malam saat bersama.Lumintu bersaksi:"Tak semudah dewa yang sedang ingin bercinta bila sakitnya hati bersua".  Kutunggu,kunanti,janji yang bermunajat kebohongan.Gelisah hati terjaga dan selalu tersimpan sampai mati.Dan,goyahnya kesetian manjadi apa yang di rasa seorang sahaya.Kisah pemuja tanpa harapan,tanpa hadir rindu yang terus membelenggu.Pupus adalah jawaban setiap beku yang menghampiri setiap kenyataan sakit di relung hati.Lumintu kenangan dalam setiap maaf yang berlabuh."Bilquest takkan takjub bila Solomon tak berfilsafat".Muara karang kehancuran memberi cobaan yang mungkin lebih memberi arti tentang pergi dan mengalah untuk menang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar